Klik Tentang K9Dewa dan K9Link-Info

▼

Corgi Mengejar Ustadz? Kenali Insting Gembalanya dan Cara Aman Menghentikannya


K9DeWa - Anjing Corgi—atau lebih dikenal sebagai Pembroke Welsh Corgi—adalah anjing gembala cerdas asal Wales, Inggris. Di balik tubuh mungil dan wajah menggemaskannya, Corgi memiliki naluri menggembalakan yang kuat. 

Naluri inilah yang sering membuatnya mengejar objek yang bergerak.

Menyikapinya, sasaran berhenti dengan tenang adalah respons yang paling efektif—bukan berlari.

Itulah jawaban singkat atas tips yang pernah diberikan kepada Ustadz muda "Hamba A" dari Rungkut beberapa waktu lalu. Sabtu siang kemarin, tips tersebut ia praktikkan dan hasilnya efektif.

Namun, kemarin siang beliau kembali mengirim pesan. Tips yang diberikan sudah dijalani, tetapi rasa takut masih menghantui. “Saya berhenti, anjingnya juga berhenti, tapi tidak mau pergi. Ia terus melirik saya,” katanya.

Ia pun bertanya, bagaimana agar peristiwa itu tidak terulang? 

Adalah wajar bila ia ingin memegang bekal pengetahuan ini, terutama untuk antisipasi ketika di jalanan berpapasan dengan anjing liar. 

Apalagi Ustadz ini sering berceramah di kawasan Surabaya Barat, salah satunya di masjid kawasan Citraland.


Kenapa Corgi mengejar Ustadz?

Pasti si anjing mengejar bukan karena “kenal” atau “sengaja”, melainkan karena pemicu gerak dan situasi:
  • Gerakan tubuh memicu insting gembala. Kalau Ustadz berjalan cepat, berbalik badan, atau bergerak tiba-tiba—misalnya menghindar—itu langsung membangkitkan naluri menggembalakan Corgi: objek yang bergerak harus “diatur”.
  • Pakaian atau benda yang berkibar—sarung, gamis, tas, atau sajadah—bisa terlihat seperti “target” yang menarik untuk dikejar.
  • Postur Corgi rendah. Dari sudut pandangnya, kaki dan ujung kain yang bergerak paling menonjol.
  • Suasana ramai atau baru bisa membuat Corgi excited dan menyalurkan energinya dengan mengejar.
  • Bukan karena Ustadz “spesial”. Corgi mengejar hampir siapa saja yang bergerak cepat di depannya, termasuk anak-anak, tamu, atau orang asing.
Jadi, penyebabnya adalah faktor gerakan dan situasi. Bukan niat jahat atau “kebencian” anjing terhadap Ustadz.


Bagaimana bila berhenti?

Berhenti justru langkah yang tepat. Alasannya:
  • Corgi mengejar objek yang bergerak. Begitu Ustadz berhenti dan berdiri tenang, “target” menghilang dari pandangan instingnya, dan minatnya biasanya menurun dengan cepat.
  • Jangan berlari—berlari justru memperkuat rangsangan mengejar.
  • Berdiri sedikit menyamping, tidak menatap tajam, dan tetap tenang. Kalau perlu, berhenti seperti “patung” beberapa detik.
  • Pemilik anjing wajib segera memanggil dan mengendalikan Corgi-nya: pasang tali, beri perintah “duduk” atau “tinggal”.
  • Setelah Corgi tenang atau dipanggil pemiliknya, Ustadz bisa berjalan pelan menjauh tanpa lari dan tanpa menoleh terus-menerus.

Catatan Penting

Kalau Corgi sampai menggigit tumit atau kaki—perilaku gembala—segera minta pemilik menahan anjing dan jangan ragu melapor bila terjadi berulang. 

Untuk keamanan, sebaiknya pemilik melatih perintah “tinggal” dan “datang”, serta memakai tali di area ramai.

Ela panggilan Corgi betina yang suka melirik ini, ketika penulis berjalan didepannya, dia suka menggoyangkan ekornya.

Intinya: Corgi mengejar karena gerakan, dan berhenti dengan tenang adalah respons yang paling efektif—bukan berlari.

Mengenal Corgi lebih jauh akan membantu kita memahami bahwa di balik tubuh mungilnya ada naluri gembala yang kuat. 

Dengan pengetahuan ini, kita bisa lebih tenang, aman, dan bijak saat bertemu Corgi—baik milik orang lain maupun anjing liar di jalan.

Ela seringkali dipakaikan kaos kaki ketika berjalan-jalan bertali keliling sosialisasi lingkungan.

Penasaran dengan karakter, kebutuhan latihan, dan cara aman berinteraksi dengan Corgi? Selengkapnya, mengenal Corgi lebih jauh klik "Corgi: Anjing Kesayangan Ratu Elizabeth yang Suka Mengejar karena Insting"