Naluri Penggiring German Shepherd: Ketika Anjing Menjadi “Pengawas” Balita di Dekat Kolam


K9DeWa - Dalam sebuah video, seekor German Shepherd tampak dengan lembut menarik baju seorang balita yang sedang bermain air di dekat kolam batu. 


Tindakan itu seolah menunjukkan naluri pengawasan dan perlindungan sang anjing terhadap anak tersebut—seakan-akan ia sedang menjaga agar si kecil tidak terlalu jauh atau bermain air dengan cara yang kurang aman.

Mari kita telaah lebih jauh sejarah Herder. German Shepherd (GSD) pada awalnya dibiakkan untuk menggembalakan domba. 

Naluri untuk menggiring dan mengendalikan pergerakan hewan lain pun tertanam kuat dalam gen mereka. 

Bahkan jika tidak pernah melihat ternak sekalipun, naluri murni ini akan mendorong mereka untuk menggiring manusia—terutama anak-anak yang berlari ke sana kemari.

Maka tidak heran bila ketika hewan peliharaan penulis (ayam) keluar dari kandang dan berlarian sambil mengepakkan sayapnya, hal itu menggugah kecurigaan si anjing—apalagi karena ayam tersebut keluar sendiri. 

Gerakan ayam itu sangat merangsang naluri penggiringan mereka. Anjing akan secara naluriah mencoba menggiring hewan tersebut untuk “mengembalikannya” ke tempat yang seharusnya. 

Si herder pun akan menggonggong untuk memberi tahu pemilik bila si ayam melompat keluar pagar.

Oleh sebab itu, tak perlu khawatir bila herder kita selalu berada di dekat putra kecil kita—atau berada di dekat sangkar burung yang sedang kita turunkan untuk dibersihkan.

Pernah pula, beberapa tahun silam, ketika putra kedua yang mulai bisa berjalan sendiri membawa mangkuk plastik berisi bakso ke teras, si herder langsung menghampiri. 

Diikutinya si putra yang berjalan masih tertatih-tatih. Bukan hendak mengambil barang yang dibawa si putra. Lalu, si putra duduk. Si herder pun ndelosor di depannya. 

Dengan sendok, si herder disuapi bakso. Yang masuk ke mulut herder bukan hanya baksonya, tetapi sekalian tangannya. Si herder pun sampai mundur-mundur.

Begitu pula ketika putri terkecil, saat masih TK, tanpa diketahui masuk ke kandang herder dan bermain “pasaran” (jual-belian) dengan si herder. 

Sempat deg pula melihatnya. Herder itu bukan milik sendiri, melainkan titipan teman—anjing yang pernah “menyatroni” tamunya—dan dititipkan ketika teman tersebut hendak pergi. Semua baik-baik saja.

Berdasarkan analisis pada video itu, juga tidak terdeteksi adanya tanda-tanda bahwa konten ini dibuat menggunakan kecerdasan buatan dari Google (AI).