Klik Tentang K9Dewa dan K9Link-Info

Dutch Shepherd: Bukan Malinois yang Lebih Tenang, tetapi Anjing Kerja Serba Bisa dari Belanda

Dutch Shepherd asal Belanda

K9DeWa - Dutch Shepherd bukan sekadar “Malinois yang lebih tenang”. Ia adalah ras tersendiri dari Belanda: serba bisa, berciri bulu brindle, dan sering lebih tenang di rumah, tetapi tetap anjing kerja serius yang membutuhkan pekerjaan, latihan, dan sosialisasi intensif.

Artikel ini melengkapi artikel berjudul “13 Anjing yang Bisa Jadi Sahabat, Pengawal, Pelindung, dan Penjaga Sekaligus” dengan mengulas Dutch Shepherd secara khusus.

Asal-Usul dan Sejarah
Dutch Shepherd, atau Hollandse Herdershond, berasal dari Belanda. Ini bukan ras hasil persilangan modern, melainkan anjing gembala alami dari daerah pedesaan Belanda.

Penulis belum pernah memelihara ras ini. Hanya sebuah referensi menjelaskan, dahulu, anjing ini digunakan petani dan penggembala untuk menjaga ternak, mengusir hewan liar, menarik kereta susu, dan memberi peringatan. 

Standar rasnya mulai ditulis pada 1898, dan pada 1914 pola bulu brindle ditetapkan sebagai ciri khasnya.

Belgian Malinois dan Dutch Shepherd 

Dutch Shepherd vs Malinois
Adalah benar bahwa Dutch Shepherd sering dianggap mirip Malinois. Keduanya sama-sama anjing kerja cerdas, atletis, dan memiliki dorongan kerja tinggi.

Namun, keduanya tetap ras yang berbeda. Malinois berasal dari Belgia dan umumnya berwarna fawn dengan topeng hitam. Dutch Shepherd berasal dari Belanda dan khas dengan bulu brindle, yaitu garis-garis gelap di atas dasar emas atau perak. Dutch Shepherd juga memiliki tiga varietas bulu: pendek, panjang, dan kasar.

Temperamen
Soal temperamen, anggapan “sedikit lebih tenang” ada benarnya. Banyak orang menggambarkan Dutch Shepherd sebagai anjing yang tetap intens saat bekerja, tetapi bisa lebih tenang, adaptif, dan mandiri di rumah dibandingkan Malinois.

Namun, ini bukan patokan mutlak. Garis kerja Dutch Shepherd juga bisa sama intens dan energiknya dengan Malinois. 

Jadi, perbedaannya lebih dipengaruhi oleh garis keturunan, individu, dan pola latihan, bukan hanya ras.

Dutch Shepherd bulu panjang

Fisik dan Karakter
Secara fisik, Dutch Shepherd berukuran sedang dengan tubuh berotot. 

Tinggi jantan sekitar 57–62 cm dan betina 55–60 cm, dengan berat sekitar 30–40 kg. 

Harapan hidupnya sekitar 12–15 tahun. Sifatnya cerdas, lincah, setia, waspada, dan tahan tekanan.

Peran sebagai Anjing Kerja
Untuk kepolisian, proteksi, dan pelacakan, Dutch Shepherd memang bagus. 

Ia memiliki hidung tajam, kepatuhan tinggi, kemampuan belajar cepat, dan stamina kuat.

Itu sebabnya ia populer sebagai anjing K9, terutama di Belanda dan beberapa negara Eropa. 

Kekurangannya, Dutch Shepherd lebih langka dan sulit ditemukan dibandingkan Malinois, terutama di luar Eropa.


Dutch Shepherd di Indonesia
Dutch Shepherd memang tidak umum di Indonesia, tetapi kehadirannya terbukti, terutama di kalangan penegak hukum dan tim SAR.

Salah satu contoh nyata adalah Walet, anjing Dutch Shepherd berusia 2,5 tahun milik Tim K9 Mabes Polri. Walet pernah bertugas dalam misi pencarian korban gempa Cianjur 2022 dan berhasil menemukan 10 jenazah dalam enam hari operasi.

Selain itu, ada juga komunitas pecinta anjing kerja di Indonesia yang secara aktif menyosialisasikan ras ini, terutama untuk keperluan dog sport, penegakan hukum, dan tim SAR. 

Jadi, meskipun langka, Dutch Shepherd sudah ada dan berperan aktif di Indonesia, khususnya di lingkungan kerja K9.