Klik Tentang K9Dewa dan K9Link-Info

Anjing Telat Makan Resiko Gigit Majikan": Fakta atau Kiasan yang Berlebihan?

 

SERING terdengar ungkapan, "Anjing telat makan resiko menggigit majikannya." Apakah ungkapan ini berlebihan? Tergantung dari sudut pandang kita. Perlu dilihat dari dua sisi: fakta perilaku anjing dan makna kiasannya.

Jika dimaknai secara harfiah untuk semua anjing: Ungkapan ini berlebihan, karena kebanyakan anjing tidak akan menggigit majikan hanya karena telat makan.


Jika dimaknai sebagai kiasan untuk mengingatkan pentingnya memenuhi kebutuhan: Ungkapan ini tidak berlebihan, karena rasa lapar ekstrem bisa memicu emosi negatif pada makhluk hidup.

Contoh analogi: "Manusia telat makan bisa marah-marah." Ini tidak berarti semua manusia akan memukul orang lain, tetapi suasana hati bisa memburuk. Demikian pula anjing, kemungkinan menggigit ada, tetapi kecil, kecuali ada faktor lain.

Dari sudut pandang perilaku anjing (fakta ilmiah)
· Tidak selalu benar bahwa anjing yang telat makan langsung menggigit majikannya.

Sebagian besar anjing domestik yang terlatih dan memiliki ikatan baik dengan pemiliknya akan tetap sabar meskipun lapar.

Pengalaman membuktikan. Sebanyak 34 herder, ketika ditinggal pergi keluar kota, pulang telat, makan anjing pun terlambat 5 jam.

· Namun, ada kondisi tertentu yang bisa memicu agresi:
· Anjing dengan food aggression (agresi terhadap makanan) – biasanya muncul karena kebiasaan atau trauma, bukan semata karena telat makan.

  · Lapar ekstrem + stres + gangguan dari pemilik (misalnya menarik mangkuk atau mengganggu saat makan).


  · Anjing yang belum terlatih atau memiliki riwayat agresi.


FAKTA
Sebagian besar anjing tidak akan menggigit majikan hanya karena telat makan. Jadi, ungkapan itu berlebihan jika dimaknai secara harfiah untuk semua anjing.

Dari sudut pandang kiasan (peribahasa)

Ungkapan semacam ini biasanya dipakai untuk mengingatkan bahwa makhluk hidup, termasuk manusia, bisa bertindak di luar kebiasaan jika kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi (lapar, haus, lelah).


Dalam konteks ini:
· Bukan berarti anjing pasti akan menggigit, tetapi potensi risiko meningkat.


· Sama seperti pepatah "Lapar sedikit jadi takabur" atau "Perut kenyang, hati senang".


· Jadi, ungkapan itu tidak berlebihan sebagai kiasan, karena tujuannya memberi peringatan agar kita tidak mengabaikan kebutuhan dasar.

Dengan demikian, jawaban terhadap pertanyaan "Apakah ungkapan ini berlebihan?"

Adalah: Tergantung cara memaknainya. Secara harfiah, ya (berlebihan). Secara kiasan, tidak (tepat sebagai peringatan).

Oleh: Priono Subardan

Praktisi & Pembuat Konten di k9Dewa

Artikel ini adalah bagian dari program #k9DewaEdisiBerbagi untuk meningkatkan kualitas hidup anjing kesayangan.